OLEH-OLEH ADMIN KHAE SEPULANG BERSILATURAHMI DARI KEDIAMAN PAK GERDI WIRATA KUSUMA

Sabtu cerah di sore hari tanggal 9 Januari 2016, perjalanan saya bersilaturahmi ketempat kediaman Pak Gerdi Wirata Kusuma. Sempat bingung mencari alamat rumahnya, tapi akhirnya ketemu juga, walaupun sesaat dicurigai sebagai teroris karena selalu mondar-mandir mencari rumah yang dituju. Sesampainya di rumah beliau, ternyata ada Pak Lan Kelana yang sedang bersilaturahmi juga.

12516520_10205142847755189_180218371_n

Topik obrolan pada saat itu tidak banyak, hanya diskusi tentang komik dan kesibukan masing-masing. Karena kebetulan saya belum selesai membaca Kosmik dan menghabiskan bacaan tersebut ketika perjalanan di kereta, saya pun mencoba memperlihatkan karya dari para komikus muda. Ternyata mereka berdua tertarik dan memberi apresiasi lebih kepada Manungsa Erfan Fajar, Suryaraka Ockto Baringbing+Catur Ary Candra Saputra, dan Wanoja Fauzy Zulvikar Firmansyah. Bahkan menanyakan dimana bisa mendapatkan/membeli majalah Kosmik (cc Sunny Gho). Suryaraka karena paling mirip dengan goresan angkatan mereka, Manungsa karena mendekati realis, dan Wanoja karena walaupun manga, tapi proporsinya bagus.

Ketika disinggung masalah style mereka berujar bahwa tiap generasi memiliki style yang mendominasi pasar. Sama seperti musik, beda jaman, beda selera. Jadi biarkan saja mereka yang meributkan style, jangan diambil pusing, yang penting segera berkarya. Intinya, mari saling menghormati pilihan style dari masing-masing orang.

Selain Kosmik, juga sempat berbicara tentang Reon (cc: Yudhanegara Njoman Chris Lie Andik Prayogo). Saya memberikan informasi bahwa walaupun gambarnya manga, namun beberapa ceritanya sangat Indonesia. Mereka pun memuji eksistensi Re:On yang masih bisa terus ada sampai sekarang, dengan pemasaran yang luas dan menjangkau masyarakat banyak.

Pembicaraan beralih pada kurangnya dukungan pemerintah akan komik. Yah… mungkin yang ini memang sulit dan lebih baik fokus untuk berkarya. Sebagai informasi saja, mengapa di negara Jepang distributor hanya mendapatkan +-30% dan Publisher +-70% karena kebijakan pemerintah menekan distributor agar tidak menarik biaya distribusi yang terlalu tinggi. Sedangkan di Indonesia pemerintah sepertinya enggan mengatur besaran maksimal biaya distribusi buku sehingga buku/komik di toko buku mahal. Sembari menunggu dukungan pemerintah, bagi saya tetap berkarya saja dan jangan mundur hanya karena tidak mendapat dukungan dari pemerintah. Cukup kita doakan bersama agar wakil rakyat sedikitnya peduli kepada nasib komikus tanah air.

Terakhir, pesan dari Pak Gerdi untuk kita semua sebagai generasi baru untuk menggunakan sosial media sebagai bahan pembelajaran. Beliau menuturkan bahwa jika tetap mempertahankan gaya cerita seperti masanya dulu, sekarang akan susah bertahan. Jadi ada sedikit penyesuaian dengan selera “kekinian” agar bisa mendapatkan pembaca baru. Terima kasih kepada Pak Gerdi dan Pak Lalan atas sharing informasi dan semangatnya, Semoga perkomikan Indonesia semakin makmur.

Khae Mohamad Khaerul Fahmi
Admin Komunitas Komikus Generasi Baru – Divisi Public Relations
‪#‎BakalikuRandom‬ ‪#‎BakalikuReport‬

 Group link: Komunitas Komikus Generasi Baru (K2GB)

Iklan

Tentang dhanakhir

Comic Executor & Creative Director Komunitas Komikus Generasi Baru
Pos ini dipublikasikan di Berita Harian dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s